Begitu Sederhana

bila matahari tersenyum menawarkan cericit
burung berhijab daun-daun, ia sambut
kilau keemasan dengan dendang kesederhanaan
yang menjelmakan bayang bagi pancang
sepanjang hari menuju remang

bila langit mewarnai lautan bertemu di garis
melintang sepanjang pandang, membisikkan
desah misteri memuisi di palung hati,
ia menyapa dengan wirid dari setiap palka yang
mendamba daratan untuk menyinggahkan
segala harapan

bila puncak bukit tersentuh kelam, gerumbul dan
sungai menggurat keheningan, gumpalan awan
membentangkan cinta; ia pandang warna jingga
sederhana. mengelus kenangan

andai kemudian malam menjelaga, kebiruan pun
sirna, bahkan warna api menyala, mewartakan
putih dihitamkan, arus dibelokkan, taring
dipamerkan, sementara ia, pada jiwanya, senantiasa
menyalakan perpaduan semburatkan bianglala;
o, wajah itu menyuratkan kearifan, mata itu
menyiratkan keteduhan. begitu bersahaja.
begitu sederhana.

Kudus, 19-07-2015

Comments

Popular posts from this blog

Kabut Asap

Masih Berjalan