Cinta Terpendam


siapakah mengirim bunga yang menyebar
aroma taman mendekap gigir rabu
angin tersenyum samar mendedahkan
rindu. matahari pagi berselancar pada
langit biru. dan termangu, tergores
kenangan itu.

siapakah mengenang lagu mendayu
membelai sukma lara dirajam cinta
yang membeku. rasa sakit yang tersisa
membekaskan luka memenuhi taman
pertemuan yang bisu

genggam tangan yang masih terasa
melambungkan kembali harapan sua
mata yang manja pun pipi merona
menikam kalbu menyuguhkan nyeri
keindahan semu

dan badai pun mengamuk di lautan sendu
meremas jantung, menyebar ketersiaan
di sepanjang semenanjung, siapakah
yang menjumput sebutir pasir
di perih pesisir itu

manakala kepada Tuhan jua tersungsang
mengadu akan epilog perih yang
tak henti memanjang, teruntai sebagai
biji tasbih syair-syair, tentang Kesejatian
Cinta yang terpendam tiada berakhir

Kudus, 13-05-2015

Comments

Popular posts from this blog

Begitu Sederhana

Kabut Asap

Masih Berjalan