Lautku Kangenku


kabarkan tentang camar dan ikan-ikan, wahai lautku
bagaimana menentang angin dan pusaran
seberapa berat menghela nasib
seberapa asin belajar bertahan
pada langit dan kedalaman

kisahkan tentang layar dan buritan, wahai kapalku
bagaimana melajukan hidup dan mengendalikan keinginan
setegar mercu kukuh menjulang
seterang pancar suar berdenyaran
pada hidup dan kehidupan

nyanyikan tentang badai dan karang, wahai langitku
bagaimana menantang maut dan meneguh hidup
menyandang badik

kabarkan tentang camar dan ikan-ikan, wahai lautku
bagaimana menentang angin dan pusaran
seberapa berat menghela nasib
seberapa asin belajar bertahan
pada langit dan kedalaman

kisahkan tentang layar dan buritan, wahai kapalku
bagaimana melajukan hidup dan mengendalikan keinginan
setegar mercu kukuh menjulang
seterang pancar suar berdenyaran
pada hidup dan kehidupan

nyanyikan tentang badai dan karang, wahai langitku
bagaimana menantang maut dan meneguh hidup
menyandang badik sekepal tangan mendabik
dengan berkalung merjan bekertapan
demi perjuangan dan harapan

bila kangen berkecambah dalam hatiku, wahai Tuhanku
liukkan kelun asap dari cerobong-cerobong
bila kangen memberondong jiwaku, ya Allah
tarikanlah ayat-ayat pada jiwaku yang sunyi kosong

Sekepal tangan mendabik
dengan berkalung merjan bekertapan
demi perjuangan dan harapan

bila kangen berkecambah dalam hatiku, wahai Tuhanku
liukkan kelun asap dari cerobong-cerobong
bila kangen memberondong jiwaku, ya Allah
tarikanlah ayat-ayat pada jiwaku yang sunyi kosong

Kudus, 2015

Comments

Popular posts from this blog

Begitu Sederhana

Kabut Asap

Masih Berjalan