Masih Ada
sekeping matahari pagi kujumput dari balik kabut.
cahayanya yang resah melayarkan jiwaku menuju
ranah basah. tempat airmataku tumpah. taman
persemaian segala harap bagi yang mau berkeringat.
dan mengeranjangkan segala desah. menyampahkan
segala kesah.
tapi aku pun sadar, di sana bunga-bunga mekar
setiap lahan membaktikan apa pun bisa tumbuh
biasa kusaksikan sejak embun merangkul subuh
barangkali angsa di kolam yang riang berenang
lebih pintar menerjemahkan lamat petikan gitar
sejak fajar. kadang pikir menjungkalkan akal
menggelepar pada pagi banal
lalu airmata yang berderai membasahi mimpi
menghidupkan bayang pada kanvas, menarikan
kidung keagungan di atas sajadah yang tak pas
mengungkap kalam berandai-andai,
menulis sajak berangkai-rangkai
, kepada-Mu hanya
aku memuara.
Kudus, 2015
Comments
Post a Comment