Pagi Terluka

camar menjerit-jerit pagi pun terluka. menembus
halaman kitab tak tereja. menukik di padang-padang
gersang. menusuk hati, nyeri, garing kerontang

tertegun, halimun pelahan melayang turun. menabir
gelap, menyemburatkan warna pelangi. padahal sinar
telah menyebar menuntun. panorama menyingkap
pesona seraut hari

terpana, bahkan pagi paling bersahaja dikirimkan-Nya
agar terpetik cahaya. menatap lanskap di garis pandang
yang banglas, merengkuh udara, ikhlas di kebun-kebun luas

mengapa ayat-ayat hanya semata kata. menutup kitab
dalam debaran menghiba. dalam gerimis pilu di mata sendu.
dalam derita yang fana. dalam gapaian merindu.
pada-Nya

, Tuhanku, aku meringkuk pedih dalam kerangkeng
yang kadung kuanyam. yang menjerat memerangkap.
dan aku terhijab.
hanya kasih-Mu jua yang rida
membebaskan. dalam belai halus
mendekap

Kudus, 2015

Comments

Popular posts from this blog

Begitu Sederhana

Kabut Asap

Masih Berjalan