Perahu-perahu yang Mengusung Airmata (pengungsi Rohingya)

perahu-perahu yang terombang-ambing
di lelehan airmata, mengisahkan derita lain
anak manusia. terapung tanpa mesin yang
dirampas. kemerdekaan jiwa pun
berlepas-lepas

mengarus sekehendak ombak. di tengah lautan
waswas merebak. terik matahari memantulkan
peluh, pada tubuh dan tulang belulang merapuh.
dingin malam mengunyah rembulan, mengikis
habis segala keindahan. gelombang dan hujan
menyegerakan tangis. mengiris memanjang
lenyap tenggelam di abis

bagai anjing dihalau ditimpuk batu, ditendang
keluar dari gerbang-gerbang yang tertutup rapat
setelah itu. dan tertutup semua pintu. dan tertutup
semua pintu

dan mulailah pengembaraan tanpa tepi
setiap hari hanya seteguk air sesuap nasi

perahu-perahu yang mengusung airmata
terapung-apung menunggu kumandang bang
daratan yang membuka hati hentikan nestapa
tangis anak-anak cekung mata menerawang
masa depannya

Kudus, 2 Mei 2015

Comments

Popular posts from this blog

Begitu Sederhana

Kabut Asap

Masih Berjalan